Ensiklopedia Dunia

Memberikan informasi unik

 photo YourAdsHere728x90_zpsc2d613a8.jpg
Tampilkan postingan dengan label The Lounge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Lounge. Tampilkan semua postingan

Perbedaan Paru-Paru Perokok dan Bukan Perokok

Rokok memang berbahaya bagi tubuh, selain bisa menyebabkan kanker (pokoknya liat aja bungkus rokok, disitu ada semua bahayanya), rokok juga ternyata punya efek yang sangat mengerikan pada paru-paru. Berikut adalah gambar perbandingan antar paru-paru bukan perokok dan paru-paru perokok.
 
Paru-paru perokok berwarna hitam legam karna dipenuhi racun TAR, sedangkan paru-paru bukan perokok tampak lebih segar dan bersih. Jadi, sebisa mungkin hindarilah merokok karena buruk untuk kesehatan.
Beginilah Kontes Kegantengan di Afrika

Beginilah Kontes Kegantengan di Afrika

Peserta kontes kegantengan Wodaabe di Niger menghias muka dan menari berjam-jam agar menang.
Mereka mengenakan make-up, menggoda dan memakai pakaian berkilau agar dewan juri yang seluruh anggotanya wanita memilih mereka sebagai pemenang. Para pria ini berbadan langsing, dengan wajah yang simetris dan bergigi emas.
Mereka kemungkinan memenuhi persyaratan keindahan setelah mencat muka dengan tanah liat berwarna merah, putih dan kuning. Lomba kecantikan yang dikenal dengan nama Gerewol ini diadakan untuk memperingati kesuburan dan hujan di wilayah pinggiran Sahara Afrika yang kering. Lipstick dan manik-manik kemungkinan dikaitkan kewanitaan di masyarakat Barat, tetapi kostum upacara ini bertujuan menegaskan kegantengan pria. 
Pentingnya warna
 Dewan juri, anak perempuan pemenang lomba sebelumnya
Warna yang dipakai juga simbolis, kata Mette Bovin, antropolog Denmark yang meneliti Wodaabe sejak tahun 1970. Merah kekuningan di wajah dikaitkan dengan darah dan kekerasan jadi hanya bisa dipakai untuk acara tertentu. Tanah liat kuning yang digunakan sejumlah penari untuk menghias muka adalah warna sihir dan perubahan. Dan warna hitam dipakai untuk menggelapkan bibir dan mempertegaskan mata adalah warna favorit, terutama karena sangat bertentangan dengan warna putih, warna kehilangan dan kematian, kata Bovin penulis buku Nomads Who Cultivate Beauty. Agar lipstick bibir semakin bagus, harus dibuat dari tulang burung bangau, unggas yang orang Wodaabe hubungkan dengan karisma. Gerakan tarian menirukan bangau, dan para pria menyanyi dengan menggetarkan bibir yang dicat “lipstick bangau”, kata Bovin.
Juara jadi kekasih juri
Djao menghias diri agar menjadi juara, tetapi dia kalah
Dan hadiahnya? Masing-masing juri memilih juaranya dan ada kemungkinan menjadikan pria tersebut sebagai kekasihnya, meskipun mereka sudah memiliki orang lain. Tetapi perjodohan tidak hanya terbatas antara juri dan juara. “Anda menari Gerewol untuk mendapatkan kekasih, meskipun anda harus mencuri istri orang lain,” kata seorang peserta Djao. Dia bertemu istri keduanya Tembe pada Gerewol yang diadakan sebelumnya. “Anda dapat menikahinya atau berpacaran.” Tembe juga sedang mencari pasangan. “Saya sudah melihat tiga pria yang saya sukai.”
Tidak ada yang mempermasalahkan jika penduduk mengesampingkan janji pernikahan di Gerewol untuk sementara waktu atau selamanya, kata direktur Human Planet BBC, Tuppence Stone. “Pernikahan pertama diatur saat pria dan wanita masih sangat muda, jadi Gerewol adalah kesempatan untuk berpacaran,” katanya. Kebudayaan Wodaabe tidak mengenal poligami. Menikahi pasangan baru berarti meninggalkan yang lama.
[HOT] Cinematograph: Foto Diam Yang Menjadi Hidup

[HOT] Cinematograph: Foto Diam Yang Menjadi Hidup

Gambar Bergerak: Foto Yang Menakjubkan Menjadi Hidup


Dunia telah dibuat terpesona oleh foto sejak foto ditemukan lebih dari satu abad yang lalu. Namun, saat video datang hal menjadi lebih baik lagi. Seiring dengan waktu, kita telah belajar untuk mencintai keduanya; gambar diam dan bergerak. Sekarang, di abad ke 21, sebuah tim seniman menggabungkan keduanya dengan cara yang tidak biasa.



Fotografer Jamie Beck dan rekannya Kevin Burg, yang memiliki latar belakang di bidang video dan gambar bergerak, mengambil foto tersebut dan merubahnya menjadi sesuatu yang berada diantara foto dan video



Ciptaan mereka disebut cinemagraphs: foto diam dengan elemen kecil gerakan. Mereka mempertahankan semua ketenangan indah yang ada dalam foto tetapi menambahkan sedikit gerakan yang sangat mempesona.


Efek yang diberikan dapat berupa sedikit rasa takut saat anda tidak mengharapkan melihat gambar bergerak: mata model yang bergerak tiba-tiba. Namun, cinemagraph akan terlihat sangat indah setelah Anda melewati tahap terkejut itu.


Menurut Beck dan Burg, hasil karya mereka sedikit di atas foto dan sedikit di bawah video. Banyak dari gerakan di foto terlihat sangat halus dan bahkan Anda tidak menyadari pada awalnya. Gerakan yang semakin besar akan terlibat seperti video, tetapi gerakan halus tersebut yang membuat foto tersebut terlihat sangat menarik.


Menciptakan efek gerakan ini merupakan proses yang sangat sulit, memerlukan waktu antara beberapa jam sampai satu hari untuk menyelesaikan masing-masing foto. Foto jadi memiliki format GIF, yang banyak dari kita mengkonotasikan dengan animasi yang mengganggu di tahap awal internet mulai berkembang. Namun, jiwa seni Beck dan Burg merubah gangguan GIF menjadi seni.


 

Fotografer Jamie Beck berkomentar tentang karyanya: "Ada sesuatu yang magis tentang foto diam - saat yang tertangkap oleh waktu - yang dapat secara terus menerus ada meski saat rana tidak menangkap gambar."

Bagaimana menurut kamu? Keren kan fotonya? Mungkin nanti saya akan membuatkan tutorial cinematograph.
Semoga informasi kali ini bermanfaat dan menambah wawasan kita.
[HOT] Sejarah Peter Says Denim, Brand Lokal Yang Mendunia

[HOT] Sejarah Peter Says Denim, Brand Lokal Yang Mendunia

Sewaktu masih duduk di bangku SMA, Peter Firmansyah, pria kelahiran Sumedang 4 Februari 1984, terbiasa mengubek-ubek tumpukan baju di pedagang kaki lima. Kini, ia adalah pemilik usaha yang memproduksi busana yang sudah diekspor ke beberapa negara.


Tak butuh waktu relatif lama. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jeans, kaos, dan topi yang menggunakan merek Peter says denim, bahkan, dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri.

Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice & Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Peter says denim.

Pada situs-situs internet kelompok musik itu, label Peter says denim juga tercantum sebagai sponsor. Peter says denim pun bersanding dengan merek-merek kelas dunia yang menjadi sponsor, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.

Peter memasang harga jins mulai Rp 385.000, topi mulai Rp 200.000, tas mulai Rp 235.000, dan kaus mulai Rp 200.000. Hasrat Peter terhadap busana bermutu tumbuh saat ia masih SMA. Peter yang lalu menjadi pegawai toko pada tahun 2003 kenal dengan banyak konsumennya dari kalangan berada dan sering kumpul-kumpul. Ia kerap melihat teman-temannya mengenakan busana mahal.

”Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke klub, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana,” ujarnya.

Peter melihat, mereka tampak bangga, bahkan sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka dipakai. Harga celana jins saja, misalnya, bisa Rp 3 juta. ”Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau konsumen mengenakan busana produk saya,” ujarnya.

Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Peter pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan.

Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. ”Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung,” kata Peter.

Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu dia berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan.


Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta. Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya—perselisihan yang sempat disesali Peter—karena sudah menghabiskan biaya besar.

Ia benar-benar memulai usahanya dari nol. Pendapatan selama menjadi pegawai toko disisihkan untuk mengumpulkan modal. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membuat busana. Dalam sebulan, Peter rata-rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per potong.
”Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…,” kata Peter. Penghasilan sampingan itu ia dapatkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005.

Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur. Pada 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.

”Akhirnya saya terpaksa nombok. Jins dijual murah daripada tidak jadi apa-apa. Tetapi, saya berusaha untuk tidak patah semangat,” ujarnya.
Belajar menjahit, memotong, dan membuat desain juga dilakukan sendiri. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru.

”Saya banyak belajar sejak lima tahun lalu saat sering keliling ke toko, pabrik, atau penjahit,” katanya. Ia juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket.

Sejak 2007, Peter sudah sanggup membiayai pendidikan tiga adiknya. Seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad mendorong dua adiknya yang lain untuk menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Ia, bahkan, bisa membelikan mobil untuk orangtuanya dan merenovasi rumah mereka di Jalan Padasuka, Bandung.

”Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua,” katanya. Jika dananya sudah mencukupi, ia ingin orangtuanya juga bisa menunaikan ibadah haji.

Meski kuliahnya tak rampung, Peter kini sering mengisi seminar-seminar di kampus. Ia ingin memberikan semangat kepada mereka yang berniat membuka usaha. ”Mau anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini,” ujarnya.

Merek Petersaysdenim berasal dari Peter Says Sorry, nama kelompok musik. Posisi Peter dalam kelompok musik itu sebagai vokalis. ”Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim,” ujarnya tertawa.

Peter memanfaatkan fungsi jejaring sosial di internet, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk promosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim. ”Juli nanti saya rencana mau ke Kanada untuk bisnis. Teman-teman musisi di sana mau ketemu,” katanya.

Akan tetapi, ajakan bertemu itu baru dipenuhi jika urusan bisnis selesai. Ajakan itu juga bukan main-main karena Peter diperbolehkan ikut berkeliling tur dengan bus khusus mereka. Personel kelompok musik lainnya menuturkan, jika sempat berkunjung ke Indonesia ia sangat ingin bertemu Peter. Ia melebarkan sayap bisnis untuk memperlihatkan eksistensi Petersaysdenim terhadap konsumen asing.


”Pokoknya, saya mau ’menjajah’ negara-negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas,” ujarnya.
Yuk Lihat Penjara Khusus Koruptor di KPK

Yuk Lihat Penjara Khusus Koruptor di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyulap basement gedung mereka untuk ruang tahanan para tersangka korupsi. Setidaknya ada lima ruang tahanan di dasar gedung yang terletak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan ini.

Ruang tahanan ini berdekatan dengan lokasi parkir mobil di bawah lobi gedung KPK. Dulunya, ruangan ini difungsikan untuk gudang. Masing-masing ruang berukuran 3×2 meter.

Fasilitas yang disiapkan dalam ruangan itu antara lain tempat tidur dan lemari kecil. Dua kamar mandi dengan dua WC jongkok juga disiapkan. Untuk pengamanan, KPK juga memasang CCTV untuk mengawasi kegiatan di ruang tahanan itu.

Berikut Foto Foto Penjara Khusus Koruptor Indonesia di KPK : 








~Nah yuk kita bandingin sama Penjara para pencuri ayam~


penghuni hotel 5 x 5 meter ini harus rela untuk berbagi tempat bagi sesama penghuni yang berjumlah 20 sampai 30 orang per kamar sudah tentu menjanjikan kenyaman untuk bersantai.


Gimana gan??? Keren ya kamar tahanan kaskus koruptor ADA TV nya, bandingin tuh sama penjara maling ayam 1RT di masukin semua.
5 Kamera DSLR Paling Murah Untuk Pemula

5 Kamera DSLR Paling Murah Untuk Pemula

Dalam dunia yang sudah modern ini, kamera sedang menjadi trend di masyarakat. Banyak sekali masyarakat kita (Indonesia khususnya) mempunyai hobi sebagai seorang fotografer. Nah, untuk yang masih pemula, berikut saya berikan informasi mengenai 5 Kamera DSLR Paling Murah Untuk Pemula.

1. CANON 1000D = 4,5jt
Entah mengapa waktu itu Canon meluncurkan EOS 1000D (Rebel Xs) disaat penjualan EOS 450D sedang bagus-bagusnya. Tapi kini harga 450D sudah hampir sejajar dengan kamera DSLR semi-pro lawas seperti Nikon D80 sehingga 1000D ini jadi lumayan dicari oleh para budget-minded, apalagi 400D kini sudah semakin sulit dicari. EOS 1000D diluncurkan tengah tahun 2008 dengan paket lensa kit 18-55mm yang sudah dilengkapi IS. kamera ini memakai sensor CMOS 10 MP, dengan 7 titik AF dan mampu mencapai ISO 1600. Cukup mengejutkan saat mengetahui bahwa 1000D sudah dilengkapi dengan live-view, meski masih kalah mantap dari 450D. Kinerja shutter cukup standar dengan 3 fps, dan layar LCD juga standar dengan 2,5 inci.

2. OLYMPUS E520 = 4,5jt
Pengganti E510 ini masih tergolong DSLR entry-level, meski sebenarnya secara fitur sudah mendekati DSLR semi-pro. Olympus sendiri mengalami gap lumayan lebar dimana kamera diatas E520 adalah E3 yang tergolong kelas profesional. Untungnya celah ini kini terisi oleh produk yang tepat, bernama E30 yang dalam waktu dekat akan hadir di tanah air. Bila tidak sabar menanti E30 (yang diprediksi harganya akan sama seperti Nikon D90 atau EOS 50D), kenapa tidak menjajal E520 ini? Tersedia paket dengan lensa kit 14-42mm (di beberapa tempat dijual dengan paket dobel lens kit), dengan sensor NMOS 10 MP beraspek rasio 4 : 3 dan crop factor 2x, maka lensa kit ini menjadi setara dengan 28-85mm. E520 telah dilengkapi dengan live-view, anti debu, dan stabilizer pada bodinya.

3. SONY ALPHA A300 = 5,6jt
Bahkan Sony A200 pun dijual lebih murah lagi, paket lensa kit hanya 5 juta. Tapi kita tidak sedang membahas A200, kita membahas A300 disini. Sony A300 memakai sistem stabilizer pada bodi, layaknya Pentax dan Olympus. Sony Alpha A300 dan A350 menjadi pendobrak dunia DSLR modern dengan memberi solusi berbeda dalam menyaisati lambatnya auto fokus dalam mode live-view, dengan metoda sensor terpisah.

4. PENTAX K-m = 6jt
Rupanya Pentax terinspirasi oleh Canon saat membuat 1000D, karena Pentax juga mengalami hal yang sama. Produk andalannya di kelas entry level, K200D rupanya terlalu mahal dan membuat Pentax terpaksa meluncurkan satu lagi produk yang lebih murah dari K200D ini. Ahlasil lahirlah Pentax K-m, dengan ciri tidak lagi memakai bodi weather sealed, dan membuat lensa kit baru yang lebih kecil dan ringan. Pentax memakai stabilizer pada sensor CCD 10 MPnya, sehingga artinya semua lensa yang dipasang di bodi Pentax akan merasakan efek stabilisasi hingga 3 stop. Versi hemat artinya tentu ada aspek yang dikurangi, dalam hal ini jumlah titik AF pada Pentax K-m ini hanya 5 titik saja (dibanding 11 titik pada K200D). Tapi 5 titik ini masih lumayan karena masih fleksibel saat kamera dipakai memotret vertikal atau horizontal. Soal ISO pun Pentax ini mampu mencapai ISO 3200 yang cukup mengagumkan untuk kamera sekelas ini. Inilah satu-satunya DSLR dengan tenaga 4 buah baterai AA.


5. NIKON D60 = 6,1jt
 
Tibalah kita di kamera kelima, yaitu Nikon D60. Si pengganti D40 ini kini mengusung sensor CCD beresolusi 10 MP, dibekali lensa kit 18-55mm VR, fitur anti-debu, active-D lighting dan Expeed engine Nikon. Kamera ini mampu mencapai ISO 1600 (dan ISO setara 3200 bila dinaikkan satu tingkat dari ISO 1600), dengan kecepatan burst 3 fps. Modul AF memakai 3 titik AF saja, sangat basic, namun tersedia mode continuous servo untuk mengunci fokus benda yang bergerak. Inilah kamera yang tidak sarat fitur berlimpah namun tetap menjaga kualitas khas Nikon dalam kesederhanaannya. 

Semoga informasi 5 Kamera DSLR Paling Murah Untuk Pemula bermanfaat bagi kita dan menambah wawasan kita semua.